Diagnostik Kesulitan Belajar

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Aktivitas belajar bagi setiap individu, tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar. Setiap individu memiliki keunikan tersendiri. Perbedaan inilah yang menyebabkan perbedaan tingkahlaku belajar dikalangan siswa. Dalam hal ini anak tidak bisa belajar sebagaimana mestinya, inilah yang disebut dengan kesulitan belajar. Karena itu dalam rangka memberikan bimbingan kepada setiap peserta didik, maka para pendidik perlu memahami masalah-masalah yang berhubungan dengan kesulitan belajar.

1.2 Rumusan Masalah

Untuk menarik beberapa hal yang dibahas dalam makalah ini, beerikut ini rumusan masalahnya:

  1. Apa penyebab kesultan belajar terjadi?
  2. Bagaimana cara mengetahui siswa yang mengalami kesulitan belajar?
  3. Bagaimana cara membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar?

1.3  Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk :

  1. Memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta didik
  2. Menambah referensi mengenai konsep psikologi pendidikan

1.4  Metode

Penulisan makaah ini menggunakan metode kepustakaan


BAB II

Diagnostik Kesulitan Belajar

2.1.Konsep Dasar Diagnostik Kesulitan Belajar.

2.1.1.        Pengertian Diagnostis

Istilah diagnosis sering kita dengar dalam istilah medis. Menurut Thorndike dan Hagen, diagnosis dapat diartikan sebagai :

  1. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit ( weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya (symptons);
  2. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakterstik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;
  3. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang seksama atas gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal.

2.1.2.       Pengertian Kesulitan Belajar

Seorang siswa dapat diidentifikasikan mengalami kesulitan jika mengalami kegagalan tertentu dalam mencapai tujuan-tujuan belajarnya. Kegagalan dalam belajar didefinisikan oleh Bruton sebagai berikut:

  1. Siswa dikatakan gagal apabila dalam batas waktu tertentu yang bersangkutan tidak mencapai ukuran tingkat keberhasilan atau tingkat penguasaan (level of mastery) minimal dalam pelajaran tertentu, seperti yang telah ditetapkan oleh orang dewasa atau guru ( criterion referenced). Kasus seperti ini dapat digolongkan sebagai lower group
  2. Siswa diaktakan gagal apabila apabila yang bersangkutan tidak dapat mengerjakan dan mencapai prestasi yang semestinya ( berdasarkan tingkat kemampuannya: intelegensi, bakat). Ia diprediksikan dapat mengerjakan atau mencapai suatu prestasi, namun ternyata tidak sesuai dengan kemampuannya. Ini biasa disebut dengan under archievers
  3. Siswa diaktakan gagal apabila apabila yang bersangkutan tidak dapat mewujudkan tugas-tugas perkembangan, termasuk termasuk penyesuaian sosial dengan pola organismiknya (his organismic pattern)pada fase perkembangan tertentu, seperti yang berlaku bagi kelompok sosial dan usia yang bersangkutan. Ini disebut dengan slow learners.
  4. Siswa dikatakan gagal kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai tingkat penguasaan (level of mastery) yang diperlukaan sebagai prasyarat (prerequisite) bagi kelanjutan pada tingkat selanjutnya. Kasus seperti ini termasuk kedalam slow learners atau belum matang (immature) sehingga mungkin harus menjadi pengulang (repeaters) pelajaran.

Dari keempat definisi diatas dapat disimpulkan bahwa seorang siswa diduga mengalami kesulitan belajar kalau yang bersangkutan tidak berhasil mencapai taraf kualifikasi belajar tertentu.

2.1.3.       Diagnostik Kesulitan Belajar

 

Merupakan suatu upaya dengan menghimpun dan menggunkan berbagai jenis data seobjektif mungkin untuk mengambil keputusan serta mencari alternatif untuk pemecahannya.

2.1.4.       Prosedur dan Teknik Diagnostik Kesulitan Belajar

Ross dan Stanley menggariskan tahapan-tahapan diagnosis sebagai berikut:

5. How can errors be prevented?

Bagaimana kelemahan dapat dicegah?

 

4. What remedies are suggested?

Penyembuhan-penyembuhan apakah yang disarankan?

3. Why are the errors occur?

Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi?

2. Where are the errors located?

Dimanakah kelemahan-kelamahan itu dilokalisasikan?

  1. Who are the pupils having trouble?

Siapa-siapa siswa yang mengalami gangguan?

 

2.2.Mengidentifikasi Kasus Kesulitan Belajar

2.2.1.       Menandai Siswa yang Diduga Mengalami Kesulitan Belajar

Dalam suatu kelompok belajar yang normal terdapat sekitar 10-25% dari kelompok yang mempunyai sejumlah masalah hipotetik dalam kesulitan belajar.  Dengan menghimpun dan menganalisis catatan-catatan dan hasil belajar serta menafsirkan dengan cara tertentu ( modul 3 unit 3), kita akan menemukan kasus yang dimaksud. Seperti yang telah kita terangkan bahwa dalam menafsirkan data dari hasil belajar dapat menggunakan criterion referencid atau norm referenced (PAP atau PAN)

2.2.2.       Melokalisasikan Letak Kesulitan (Permasalahan)

Setelah mengetahui siswa yang mengalami kesulitan belajar, maka langkah selanjutnya adalah mengelompokan kesulitan belajar siswa, apakah kesulitan yang didapatnya hanya terjadi pada salah satu mata pelajaran saja atau lebih.

2.3.             Mengidentifikasi Faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Ada berbagai variabel yang sangat mempengaruhi proses belajar-mengajar, menurut Loree terdiri atas : Stimulus atau Learning variabels, Organismic variabels, response variabels.

2.3.1.        Stimulus Variabels mencakup :

  1. a.                   Learning experience variabels, antara lain mengenai
    1. 1.      Method variabels
  • Kuat lemahnya motivasi untuk belajar
  • Intensif tidaknya bimbingan guru
  • Ada tidaknya kesempatan berlatih atau berpraktik
  1. 2.      Task variables
  • Menarik tidaknya apa yang harus dipelajari atau dilakukan
  • Bermakna tidaknya apa yang dipelajari atau tidak
  1. b.                   Enviromental variabels, menyangkut iklim belajar yang bergantung pada beberapa faktor seperti ketersediaan tempat belajar serta waktu yang memadai

2.3.2         Organismic variabels yang mencakup

  1. a.      Characteristic of the learners, antara lain tingkatan intelegensi, usia dan taraf kematangan, jenis kelamin, kesiapan dan kematangan dalam belajar
  2. b.       Mediating processes menyangkut aspek psikologi yang ada pada siswa yang berpengarug terhadap perilaku belajar

2.3.3.       Response Variabels, dikelompokan berdasarkan tujuan-tujuan pendidikan. Antaralain tujuan-tujuan kognitif, afektif dan psikomotorik.

Menurut Burton, ia mengelompokan kesulitan belajar pada siswa menjadi dua faktor, yaitu faktor dalam diri siswa dan faktor diluar diri siswa

  1. Faktor dalam diri siswa, meliputi :
  1. Kelemahan secara fisik
  2. Kelemahan secara mental yang sukar diatasi baik oleh dirinya dan juga oleh pendidikan, kelemahan ini bisa diakibatkan oleh bawaan sejak lahir ataupun pengalaman.
  3. Kelemahan-kelemahan secara emosional
  4. Kelemahan yang diakibatkan oleh kebiasaan dan sikap-sikap yang salah
  5. Tidak memiliki keterampilan-keterampilan dan pengetahuan daar yang tidak diperlukan.
  6. Kurikulum yang seragam
  7. Terlalu besar populasi siswa dikelas
  8. Pengaruh kondisi dalam keluarga
  9. Terlalu banyak kegiatan diluar pelajaran sekolah
  10. Kekurangan asupan gizi
  1. Faktor diluar siswa, diantaranya dalah:

2.4.                              Mengambil Kesimpulan dan Membuat Rekomendasi Pemecahannya

2.4.1.      Kasus Kelomok

  1. Kesimpulan (tentatif)
    1. Kasus dan permasalahannya

Kebanyakan dari kasus kesulitanbelajar adalah ketidak mampuan siswa dalam mencapai batas lulus, atau rata-rata nilai siswa dikelas tersebut jauh berbeda dengan kelas lainnya maka dapat ditaruk kesimpulan bahwa kelas tersebut mengalami kesulitan belajar.

Kalau hal tersebut terjadi pada beberapa matapelajaran, dapat diduga bahwa kelemahanitu bersifat integral yang menyangkut keseluruhan aspek kurikulum dan dan sistem pengajaran baik di kelas atau di sekolah secara umumnya. Namun jika kelemahan tersebut hanya terjadi pada satu bidang studi saja, kemungkinan hal itu disebabkan oleh intruksional pada bguru bidang studi yang bersangkutan.

  1. Sumber dan Faktor Penyebab Kesulitan Belajar
  • Kurikulum
  • Sistem Pengajaran
  • Sistem Evaluasi yang tidak sesuai
  • Keterbatasan guru
  • Faktor organismik dalam diri siswa sendiri
  1. Perkiraan (estimasi) dan saran kemungkinan cara pemecahannya
    1. Kemungkinan dapat tidaknya kasus itu diatasi
    2. Memeperhatikan alternatif kesimpulan diatas bahwa kalau kesulitan belajar itu dialami oleh mayoritas siswa, maka penyebabnya merupakan faktor eksternal
    3. Beberapa kemungkinan akan dapat diatasinya sangat bergantung pada berapa banak dan berapa dalam sifat dan jenis permasalahanya:
  • Kalau kelemahannya menyeluruh pada seluruh bidang studi, jelas akan memerlukan usaha yang cukup lama
  • Jika hanya pada satu mata pelajaran saja, dapat diselesaikan dalam waktu yang relatf singkat

2.4.2.      Kasus Individual

  1. Kesimpulan (tentatif)
    1. Kasus dan Permasalahannya

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, ternyata hanya sebagian kecil dari siswa yang nilainya memenuhi syarat lulus (5-25%). Kita cenderung menyimpulkan kasus kesulitan belajar itu bersifat individual. Permasalahannya pun dapat disimpulkan lebih lanjut:

1)      Bersifat menyeluruh, jika tejadi pada semuaa bidang study

2)      Bersifat segmental atau sektoral, jika terjadi hanya pada bagian tetetu dari bidang studi

3)      Bersifat personal, keleahan dari segi proses atau penyesuaian diri bukan dari segi prestasi

  1. Sumber dan Faktor-faktor Penyebabnya

Secara garis besar dibagi kedalam dua faktor :

1)      Faktor internal siswa :

a)      Kapasitas belajar (tingkat kecerdasan)

b)      Bakat yang tak sesuai atau rendah

2)      Sukar merubah atau menyadarkan diri dengan pola-pola belajar yang sesuairtentu

3)      Motivasi yang lemah dan cenderung menganggap sepele

4)      Belum matang untuk mengikuti pelajaran pada tingkat tertentu (terlalau muda)

5)      Belum mengusai pengetahuan dan keterampila dasar sebagai persyaratan untuk mengikuti pelajaran atau tingkat pendidikan tetentu

6)      Faktor diluar diri siswa

a)      Kurikulum

b)      Sistem pengajaran

c)      Sistem penilaian

d)     Faktor guru

e)      Faktor-faktor kondisional

  1. Perkiraan kemungkinan dan cara mengatasinya
    1. Perkiraan kemungkinan mengatasinya

1)      Jika kelemahannya terletak pada faktor hereditas (tingkat kecerdasan, bakat) maka kemungkinan penyembuhannya sangat kecil atau bahkan mustahi

2)      Jika kelemahan itu berasal dari aspek organismik lainnya seperti sikap, kebiasaan, minat, motivasi dan sebagainya maka masih ada kemungkinan untuk mengatasinya

3)      Kalau penyebabnya terletak diluar faktor siswa, maka kelemahan itu sangat mungkin bisa diatasi

  1. Kemungkinan cara mengatasinya

1)      Jika kelemahannya bersifat hereditas, maka solusi terbaik adalah menyalurkan siswa tersebut kepada program atau jurusan atau praktik yang sesuai dengan kemampuannya

2)      Sikap, minat dan motivasi akan dapat diubah dengan menciptakan conditining serta menggunakan strategi belajar yang variatif

2.4.3.      Rekomendasi bagi pelaksanaan pemecahannya

Dalam rekomendasi seyogianya kita kita mencantumkan hal-hal berikut:

  1. Deskripsi singkat identitas kasus
  2. Deskripsi singkat disertai data dan informasi yang akurat mengenai jenis permasalahannya
  3. Deskripsi singkat hasil diagnosis atas sumber dan faktor kesulitan belajar
  4. Hasil kesimpulan, perkiraan serta alternatif tindakan yang disarankan untuk mengatasinya
  5. Hal-hal yang dianggap sangat penting dan bermanfaat bagi pemecahannya.

BAB III

Kesimpulan

Kesulitan belajar merupakan sebuah hal yang harus dihadapi oleh para pendidik. Dengan mengetahui kesulitan belaajr sejak dini pada diri siswa, kita dapat membantu untuk memecahkan masalahnya. Kesulitan belajar ini bisa berasal dari dalam diri siswa atau dari luar. Menjadi tugas seorang pendidik untuk mengetahui siswanya mengalami kesulitan belajar dan membantunya.

Daftar Pustaka

Makmun, Abin Syamsudin. 2007. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Dalyono, M. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rienika Cipta

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: