Berbagai Pendekatan dalam Ilmu Sosial

  1. A.    Pendekatan Monodisiplin

 

Pendekatan monodisiplin atau pendekatan struktur adalah suatu pendekatan

yang bahan pelajaran diorganisasi atau bertitik tolak murni berdasarkan disiplin

ilmu yang bersangkutan tanpa mempertaukan atau memfusikan dengan cabang

ilmu lainnya. Jadi, misalnya pelajaran sejarah khusus sejarah saja tanpa

mempertautkan dengan ilmu lain dalam rumpun bidang studi ilmu sosial/IPS.

 

  1. B.     Pendekatan Multi dan Interdisiplin (Integrated

Approach)

 

Pendekatan multi dan interdisiplin sebagai pendekatan yang bersifat integratif

(terpadu) merupakan pendekatan suatu konsep dari suatu cabang ilmu atau

tema yang bahannya diorganisasi dari berbagai cabang ilmu sosial secara

terpadu. Misalnya transmigrasi sebagai konsep geografi, materinya diisi oleh

geografi sebagai materi kunci (key subject), ekonomi, sejarah, dan sosiologi.

 

Dalam transmigrasi tersebut yang perlu diuraikan misalnya bagaimana keadaan

lokasinya, keadaan tanah, keadaan perairan (konsep geografi), kemudian

dipadukan dengan keadaan ekonomi di daerah baru dan di daerah lama

(konsep ekonomi). Bagaimana terjadinya transmigrasi (konsep sejarah) dan

bagaimana keadaan masyarakat baik di daerah baru maupun di daerah lama

(konsep sosiologi). Semua itu terpadu menjadi suatu bahan pelajaran yang

bulat/utuh dan tidak merupakan cerita bersambung bidang demi bidang baik

dilihat dari segi tingkat kesulitan (sequence) maupun kepentingannya.

Selanjutnya, dalam pendekatan interdisiplin, suatu konsep dari ilmu sosial atau

suatu topik disoroti oleh berbagai ilmu sosial atau ilmu bantu lainnya, misalnya

IPA, agama, PKn, dan sebagainya sehingga siswa dan siswi melihat masalah

itu lengkap dari berbagai sudut. Perlu diingat, bahwa konsep/topik itu tetap

mempunyai pusat telaah sehingga sorotan dari ilmu lainbersifat sebagai

suplemen atau pelengkap. Misalnya konsep/topik bunga modal sebagai konsep

dari bidang ekonomi. Konsep ini tidak hanya diuraikan murni dari segi ekonomi,

tetapi juga dari segi ilmu yang lain. Namun, ekonomi tetap sebagai pusat telaah

(key subject), kemudian dapat diinterdisiplinerkan dengan agama (hukum

rentenir), hukum (peraturan bunga), sosiologi (renten menurut masyaarakat)

dan sebagainya.

Pendekatan multi dan interdisiplin ini sangat cocok dilaksanakan di tingkat

pendidikan dasar (SD/MI dan SMP/MTs) dengan alasan sebagai berikut.

• Siswa dan siswi belum memerlukan ilmu-ilmu sosial yang dirumuskan

secara sistematis dan logis karena untuk itu dibutuhkan terlebih dahulu

kematangan intelektual.

• Dibutuhkan bahan pelajaran yang berorientasi pada area of living seperti

kewarganegaraan, kesehatan, dan efisiensi kerja.

  • Interdisipliner (dalam arti sempit)
    Pendekatan Interdisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang ilmu serumpun yang relevan atau tepat guna secara terpadu. Yang dimaksug serumpun yakni ilmu-ilmu yang berada dalam rumpun ilmu tertentu, yaitu rumpun ilmu-ilmu kealaman (IIK), ilmu-ilmu sosial (IIS), dan ilmu-ilmu budaya (IIB).

Misalnya masalah lumpur di Sidoarjo bila di pecahkan melalui rumpun ilmu-ilmu kealaman (IIK) maka menggunkan ilmu Geologi, Vulkanologi, Pertambangan, fisika,kimia , arsitektur dan Geodesi. Lalu akan ditemukan cara pemecahan masalah lumpur Sidoarjo secara tepat.

  • Pendekatan Multidisipliner (dalam arti sempit)

 

Pendekatan Multidisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu maslah dengan menggunakan berbagai sudut pandang banyak ilmu yang relevan. Ilmu-ilmu yang relevan yang digunakan adlah ilmu-ilmu Kealaman (IIK), ilmu-ilmu Sosial (IIS), atau Ilmu-ilmu Budaya (IIB).

Contoh masalah lumpur Sidoarjo (Lapindo), penyelesaiaan masalahnya melalui berbagai disiplin ilmu mulai dari Ekonomi, Pisikologi, Geografi, Geologi, Pertambangan, Arsitektur dan lain-lain.
C.  Pendekatan Transdisipliner
Pendekatan Transdisipliner ialah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan ilmu yang relatif dikuasai dan relevan dengan masalah yang akan dipecahkan tetapi berada di luar keahlian sebagai hasil pendidikan formal dari orang yang memecahkan masalah tersebut.
Biasanya untuk keperluan kedalaman pembahasan orang itu hanya bisa menggunakan satu ilmu saja diluar keahliannya.

Sebgai contoh dokter mencari solusi pencegahan flu burung dengan menggunakan ilmu kedokteran serta ilmu biologi.

  1. D.      Pendekatan Krossdisipliner

Adalah pendekatan dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan dua atau lebih rumpun ilmu yang relevan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: