Perjanjian Komprehensif USA-RI

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan kesepakatan kerjasama komprehensif.

Kerjasama ini merupakan kesepakatan untuk mempererat hubungan kedua negara

Berikut ini poin-poin kesepakatan kerjasama RI-AS:

1. Kerjasama di bidang perdagangan dan investasi. Dalam kerjasama ini Obama berjanji meningkatkan peran AS terhadap Indonesia. AS saat ini merupakan salah satu mitra dagang Indonesia terpenting dengan nilai mencapai US$ 21 miliar pada tahun 2008. AS juag merupakan investor terbesar ketiga untuk Indonesia.

2. Kerjasama di bidang energi. Pemerintah RI mengundang AS untuk ikut mengembangkan sumber energi panas bumi.

3. Kerjasama di bidang perubahan iklim, pengelolaan dan pelestarian hutan. Indonesia memiliki kewajiban memelihara hutan, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan memiliki target untuk mengurangi 26% emisi gas sebelum 2020.

4. Meningkatkan kerjasama bidang pendidikan. Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih kepada Presiden AS atas bantuan dan kerjasama selama ini di bidang pendidikan. Sewaktu pertemuan di Toronto AS beberapa waktu lalu, AS membantu 160 juta U$ untuk pengembangan pendidikan di Indonesia.

5. Menggarisbawahi kerjasama di bidang kontra terorisme, karena terorisme menjadi musuh semua bangsa. Indonesia ingin kerjasama ini diletakkan dalam konteks penegakan hukum.

6. Kerjasama untuk menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik, termasuk wilayah Asia yang sekarang sedang menjadi sorotan karena perubahan geopolitik dewasa ini.

7. Mendorong G-20 sebagai forum utama untuk membangun pertumbuhan ekonomi dunia yang kuat danberkelanjutan. Kemudian
menjaga keseimbangan perekonomian sehingga bisa membawa manfaat bagi semua bangsa.

Menurut pandangan ilmu ekonomi perjanjian ini sangat merugikan Indonesia.

AS saat ini tengah kewalahan akibat banjirnya produk China di pasar Asia. Wajar saja karena perdagangan bebas yang dilakukan China dengan ASEAN bisa menggerus keuntungan perdagangan Amerika hingga 25 miliar dolar setiap tahun. Tidak hanya kerugian perdagangan, Amerika pun takut tingkat pengangguran di negaranya meningkat seiring hilangnya pasar produk Amerika di kawasan Asia Pasifik. Oleh karena itu, AS berusaha lebih keras untuk menggarap pasar Asia. Pangsa pasar yang sangat besar di kawasan Asia Tenggara (Asia Pasifik) dapat menjadi bumper bagi masalah akut perekonomiannya. Dalam kontes inilah, Indonesia dilihat AS sebagai negara yang memiliki posisi penting bagi kepentingan nasionalnya.

Dari segi politik, perjanjian itu hanya merupakan sebuah politik pencitraan Obama kepada rakyat Indonesia dan dunia islam pada umumnya. Karena saat ini politik Amerika sedang menjadi sorotan.

Selain di sektor ekonomi, investasi terbesar AS di Indonesia adalah dalam lapangan politik. AS menggelontorkan uang dalam jumlah besar untuk mendukung perubahan kebijakan dan peraturan di lapangan ekonomi, politik, kebudayaan dan militer. Tidak mengherankan pada periode pertama sistem pemerintahan SBY ditandai oleh pembaruan simultan seluruh cetak biru dan regulasi ekonomi, politik, militer dan kebudayaan sesuai dengan agenda imperialis AS. Sistem ekonomi dirombak agar memperlancar barang, modal, investasi, keuntungan dan transfer pricing milik imperialis tanpa ancaman nasionalisasi. Sistem politik diciptakan sedemikian rupa untuk memperkuat kedudukan pemerintah boneka dan mempermudah imperialis melakukan intervensi politik terhadap badan-badan negara dan pemerintahan. Juga sistem politik demokrasi palsu ini harus dapat menyalurkan dan meredam kemarahan rakyat serta mencegah pertententangan dan segala bentuk radikalisme. Sistem keamanan di perbaharui agar tentara dan kepolisian RI memiliki kemampuan mengamankan seluruh kepentingan dan milik imperialis di Indonesia dan bekerja secara efektif untuk menindas kekuatan rakyat. Pembaruan sistem kebudayaan dilakukan dengan sistematis terutama merombak institusi pendidikan agar dapat mengabdi pada kepentingan imperialis AS dan klas yang berkuasa. Demikian pula dengan penguasaan teknologi dan aneka ragam kesenian massal.

Dalam perspektif  ilmu alam Kepentingan besar AS dalam program ini adalah menyuap Negara-negara dibawah dominasinya seperti Indonesia agar AS bebas dari kesepakatan internasional pengurangan karbon di negerinya yang jauh diambang batas.

Karenanya dapat disimpulkan bahwa hubungan ekonomi antara RI dan Amerika lebih menguntungkan bagi Amerika dan lebih merugikan bagi RI. Dengan kata lain, Indonesia harus berani secara tegas melakukan terobosan dalam strategi perdagangan internasionalnya dengan tanpa mengikuti ‘pesanan dan tekanan’ politik Amerika dan merenegosiasi berbagai kerjasama bidang ekonomi yang seringkali keuntungan yang didapatkan lebih sedikit dibandingkan kerugiannya, oleh karena itu, saatnya Indonesia menentukan sikapnya sendiri dalam berekonomi tanpa dikendalikan oleh kepentingan Amerika dengan dalih ‘efisiensi’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: