blablabla

System penghitungan suara yang digunakanpun sudah cukup baik, dulu sebelum tahun 2009 nomor urut calon anggota dewan baik itu DPR, DPRD tingkat I ataupun DPRD tingkat II sangat mempengaruhi. Dimana nomor urut yang lebih kecil kemungkinan menjadi anggota dewan lebih besar, karena suara yang hanya masuk ke partai tanpa memilih anggota dewan secara otomatis akan masuk ke kantong suara nomor urut 1 dan jika sudah mencapai batas suara untuk lolos maka suara sisanya akan diberikan kepada nomor setelahnya yaitu nomor urut 2 dan begitu seterusnya.
Namun setelah dilakukan Judisial Review oleh Mahkamah Konstitusi hal tersebut diganti, dimana nomor urut tidak lagi mempengaruhi probabbilitas lolos menjadi anggota dewan. Suara terbanyak di setiap calon anggota akan meloloskannya secara otomatis. Jadi nomor urut calon sudah tidak menetukan lagi.
Untuk pemilihan Presiden, pemilihan langsung oleh rakyat merupakan langkah yang sangat baik karena setiap rakyat mempunya kebebasan untuk menentukan pemilihnya. Cara penghitungan suara juga cukup baik dengan jumlah yang mengharuskan menyentuh angka 50% + 1% sebagai syarat menjadi presiden. Jika tidak menyentuh angka tersebut, maka dilakukan pemilihan ulang dengan dua kandidat teratas maju ke putaran selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: